Tampilkan postingan dengan label bahasa Inggris. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bahasa Inggris. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Februari 2012

Penggunaan Past Perfect Continuous

0 komentar Read More →

The Past Perfect Continuous

Past perfect continuous tense adalah tense (kala) yang dipakai untuk menyatakan suatu peristiwa yang menekankan pada lama durasi dari peristiwa itu terjadi, sedang past perfect tense hanya menekankan pada peristiwa saja, tanpa menghiraukan berapa durasinya.

Past perfect simple:
I HAD learned English in New York last year
(saya TELAH belajar bahasa Inggris di New York tahun kemarin)

Pada past perfect tense ini hanya peristiwa saja yang ditekankan.

Past Perfect continuous:
I HAD BEEN learning English 3 years in New York.
(saya TELAH belajar bahasa Inggris selama 3 tahun di New York)

Pada past perfect continous ini kita menekankan durasi.

A. KONSTRUKSI

Had + been + kata kerja -ing

Contoh:
Saya mengatakan begini, karena kemarin (past) ada suatu peristiwa:

I hadn't been paying attention. Was the ground wet? Had it been raining?
(Saya tidak memperhatikan, apakah tanahnya basah? hujankah?)

Perbandingannya dengan Past Perfect Tense.

Past Perfect Continuous (PPC)
Past Perfect (PP)
Over a period (had been doing)
Complete (had done)
I found the calculator. I'd been looking for it for ages. Vicky felt tired because she'd been working all day. We are thinking of Vicky's work going on as she got tired.
I finally bought a new calculator. I'd looked everywhere for the old one. Vicky felt pleased because she'd done so much work. We are thinking if Vicky's work as complete.
Menyatakan lama durasi
Menyatakan jumlah kuantitas
When the company went bankrupt, it had been losing money FOR MONTHS.
When the company went bankrupt, it had lost OVER A MILLION POUNDS.

Perbandingannya dengan Present Perfect Continuous
PrPC: Vicky looks very upset. I think she's been crying.
(Vicky terlihat sangat galau. Aku pikir dia sedang menangis.)
PPC: Vicky looked very upset. I thought she'd been cyring.
(Vickt terlihat sangat galau. Aku pikir dia telah menangis.)

Perbandingannya dengan Past Continuous
PC:  When I phoned, Natasha was having a piano lesson. (I phoned during the lesson).
(Ketika saya menelpon, Natasha sedang belajar piano)
PPC:  When I phoned, Natasha had been having a piano lesson. (I phoned after the lesson).
(Ketika saya menelpon, Natahsa sudah belajar piano)

Minggu, 24 Juli 2011

Bahasa Inggris, paralel structure

2 komentar Read More →
Bahasa Inggris, paralel structure.

Didalam bahasa Inggris, setiap kata dalam suatu kalimat harus disusun sedemikian rupa hingga menjadi struktur yang sederajat dan serasi; yang kata benda diikuti kata benda, yang kata sifat diikuti kata sifat, dst.

perhatikan contoh dibawah ini:

1. Paralel pada kata benda:

I like Russian, German, Spanish and French.

Pada kalimat diatas, kata yang digaris bawahi adalah kata benda, sehingga kalimat itu paralel.

Struktur yang salah:

I like Russian, German, Spanish, and Diving

Pada kalimat diatas, Diving adalah V-ing, bukan noun sehingga kalimat diatas tidak paralel.

2. Paralel pada kata sifat:

Your home is big, beautiful, and comfortable

Pada kalimat diatas, kata yang digaris bawahi adalah kata sifat, jadi kalimat itu adalah paralel.

Struktur yang salah:
Your home is big, beautiful, and close by downtown.

Close by downtown adalah frasa, struktur paralel tidak boleh ada 2 part of speech. Semuanya haruslah kata sifat pada kasus ini.

3. Paralel pada kata kerja:

He does exercises, reads a book, listens a radio. (PARALEL)

He does exercises, reads a book, and listening a radio (TIDAK PARALEL)

Kata-kata penghubung setara seperti and, as, or. maupun yang tidak setara seperti but, than memakai struktur paralel.

I want to study German or (to) study Greek (PARALEL)
Kata ‘to’ didalam kurung bersifat opsional, boleh dipakai boleh tidak. 

Rabu, 29 Juni 2011

Bahasa Inggris, Kata kerja Kausatif

3 komentar Read More →

Kata kerja Kausatif

A. PENGERTIAN

Kata kerja Kausatif adalah kata kerja yang menyatakan perintah, bisa berarti menyuruh, memaksa, mempersilahkan, dsb. Penggunaan pola kata kerja kausatif berbeda dengan kata kerja biasa.

Kata kerja Kausatif yang akan dikenalkan disini ada empat: to have, to get, to make, dan to let. Masing-masing memiliki konstruksi yang berbeda;

B. KONSTRUKSI
1. Kata kerja TO HAVE

Rumus:
S + have + O + V1 (aktif)
S + have + O + V3 (pasif)

Contoh:
I will have my maid wash our dishes
(saya akan menyuruh pembantu saya mencucikan piring kita)
She had us help her
(Ia menyuruh kami untuk membantunya)
We had our car repaired
(Kami menyuruh orang memperbaiki mobil kami)
Secara harfiah: “Kami meminta mobil kami diperbaiki”

2. Kata kerja TO GET

Rumus:
S + get + O + V with to infinitive (aktif)
S + get + O + V3 (pasif)

Contoh:
I will get my maid to wash our dishes
(saya akan menyuruh pembantu saya mencucikan piring kita)
She got us to help her
(Ia menyuruh kami untuk membantunya)
We got our car to be repaired
(Kami menyuruh seseorang memperbaiki mobil kami).
Secara harfiah: “Kami meminta mobil kami diperbaiki”

3. Kata kerja TO MAKE

Rumus:
S + make + O + V1(aktif)

Bentuk kausatif to make hanya ada dalam bentuk aktif. Secara umum bentuk to make lebih bersifat memaksa ketimbang to have atau to get.

Contoh:
He made her wife go
(Ia memaksa istrinya untuk pergi)
I made my son got the doctor to come to my house
(Saya menyuruh anak saya untuk memerintahkan dokter agar datang ke rumah saya)

4. Kata kerja TO LET
Rumus:
S + let + O + V1

Contoh:
The Prophet let his follower go to Medina
(Rasul mengizinkan pengikutnya untuk pergi ke Madinah)

Bahasa Inggris, Degree of Comparisons (Kata Sifat dalam Bentuk Perbandingan)

0 komentar Read More →

Degree of Comparisons (Kata Sifat dalam Bentuk Perbandingan)

Ada 3 jenis perbandingan yang umum dalam bahasa Inggris, yakni:

A. Equal Comparison (perbandingan setara)
Rumus dasar:
S + V + as + adj/adv + as + noun
S + (V + as) the same + noun  + as + noun

Contoh:
I speak Finnish as well as Natasya
(saya berbicara bahasa Suomi sama baiknya seperti Natasya)
Carsel studies as hard as Ivan
(Carsel belajar sama kerasnya dengan Ivan)
Their home is not as big as that of ours
(rumah mereka tidak sama besarnya dengan rumah punya kita)
Our books as the same publisher as theirs
(buku kita diterbitkan oleh penerbit yang sama dengan buku mereka)
Likka reads as fast as I do
(Likka membaca sama cepatnya dengan saya)

B. Comparative (perbandingan tidak setara)
Rumus:
S + V + adj/adv with –er/more/less + than + noun

Contoh:
Russia is bigger than Canada
(Rusia lebih besar daripada Kanada)
Food is more necessary than Entertainment
(Pangan lebih penting daripada hiburan)
Going by aeroplane is less economical than going by bus
(pergi dengan pesawat kurang ekonomis daripada pergi dengan bus)

C. Superlative (perbandingan absolut)
Rumus:
S + V + the + adj + n
S + V + the + most + adj + n

Contoh:
Neptune is the farthest planet in solar system
(Neptunus adalah planet terjauh dalam tata surya)
Renatha is the most beautiful girl in our class
(Renatha adalah gadis tercantik di kelas kami)

KONSTRUKSI

Untuk kata benda dengan satu suku kata dengan akhiran konsonan ganda dan kata benda yang sebelum huruf terakhirnya ada vokal ganda ditambahkan akhiran –er.

Contoh:
small à smaller àsmallest
great àgreater àgreatest
fast àfaster àfastest
loud àlouder àloudest

Namun apabila kata benda tersebut hanya terdiri dari satu suku kata simpel, huruf terakhirnya harus digandakan kemudian diberikan akhiran –er.

Contoh:
big à bigger à biggest
hot à hotter à hottest

Untuk kata benda yang berakhiran konsonan + y, maka y tersebut harus diganti dengan i lalu diberikan akhiran –er:

Contoh:
easy à easier à easiest
noisy à noisier à noisiest

Ada beberapa kata sifat yg memiliki bentuk perbandingan tidak beraturan:

good à better à the best
bad à worse à the worst
far à farther/further à the farthest/furthest

Untuk kata sifat yang terdiri dari lebih 2 suku kata, gunakan kata more/less untuk perbandingan tidak setara dan most untuk perbandingan absolut:

important à more/less important à most important
horrible à more/less horrible à most horrible
convenient à more/less convenient à most convenient

Senin, 27 Juni 2011

BAHASA INGGRIS countable dan uncountable nouns

0 komentar Read More →

Kata Benda yang dapat dihitung (countable nouns) dan tak dapat dihitung (uncountable nouns).

1.1. Kata benda yang dapat dihitung adalah mayoritas dari kata benda dalam bahasa Inggris. Contohnya adalah:

I. Nama-nama pekerjaan: teacher, sailor, policeman etc
II. Nama-nama hewan dan tumbuhan: cat, dog, rose, etc
III. Benda-benda yg dapat kita temukan sehari-hari: house, cupboard, window, etc.
IV. Kata benda abstrak: idea, invention, etc.

Kata benda countable menggunakan kata ‘many’ untuk menyatakan ‘banyak’ dan ‘few’ untuk menyatakan sedikit.

There are many cats in my lawn (ada banyak kucing di halamanku)
Few police are still here (sedikit/beberapa polisi masih ada disini)
Beberapa frasa ‘a large number of...’ , ‘fewer... than’, ‘more... than’ juga menggunakan kata benda countable.

1.2.  Kata benda yang tidak dapat dihitung adalah jenis kata benda yang tidak dapat dijamakkan. Sehingga kedudukannya didalam kalimat diperlakukan sama dengan kata benda tunggal.

Jenis-jenis dari kata benda yang tak dapat dihitung:

I. Benda-benda yang berukuran kecil: Sand, dust, rice, etc
II. Benda-benda alam: Ice, oxygen, smoke, wood, iron, bronze, etc
III. Cairan: Water, oil, tea, etc.
IV. Makanan: Food, meat, butter, etc
V. Kata benda abstrak yang berakhiran –ness, -ance, -ence, -ily, -ing: presence, oneness, etc.

Kata benda uncountable menggunakan ‘much’ untuk menyatakan banyak dan ‘a little’ untuk menyatakan sedikit.

We have much food for this night (kita mempunyai banyak makanan untuk malam ini)
A little sugar remaining (sedikit gula yang tersisa)

Beberapa frasa ‘a large amount of...’ , ‘less... than’, ‘more... than’ juga menggunakan kata benda uncountable.



Pendaftaran Gr's Course

 

Pengikut

Copyright © 2010 Gr's Course

Template By Exercise Equipment Reviews | Elegant Theme | business website templates by Blogger Templates