Jumat, 17 Februari 2012

Λέξεις, φράσεις και προτάσεις (kata, frasa dan klausa).

0 komentar Read More →

Bahasa Yunani, seperti pada bahasa lainnya, memiliki leksikon dan tata bahasa yang digunakan untuk membentuk kalimat. Leksikon dapat diartikan sebagai kumpulan kata-kata yang memiliki makna, sedang tata bahasa adalah kumpulan peraturan yang menentukan bagaimana leksikon-leksikon itu dikombinasikan.

Dalam mempelajari bahasa, dibutuhkan 3 ilmu dasar:

Fonologi: ilmu yang mempelajari sistem pengucapan
Morfologi: ilmu yang mempelajari sistem perubahan bentuk pada suatu kata
Sintaksis: ilmu yang mempelajari tata kalimat


Μένω σε ένα νησί
saya tinggal di sebuah pulau

Α. Μέρη του λόγου (Kelas Kata)

Kelas kata dibagi dalam dua kelompok besar; yang bentuknya dapat berubah dan yang tidak dapat berubah.

Dapat berubah
Tidak dapat berubah
μένεις (kamu tinggal)
δεν (tidak)
ένα (sebuah)
σε (di)
νησί (pulau)
πια (lagi)
νησιά (pulau-pulau)
τώρα (sekarang

Τώρα δεν μένεις πια σε ένα νησί
Sekarang saya tidak lagi tinggal di sebuah pulau

Kλιτά μέρη του λόγου (Klitá méri tú logú)
Kelas kata yang dapat berubah
Άκλιτα μέρη του λόγου (Áklita méri tú logú)
Kelas kata yang tidak dapat berubah
Oυσιαστικά (usiastiká)
Kata Benda
contoh:  παιδί (anak), φίλη (anak laki-laki), δρόμος (jalan)
Eπιρρήματα (Epirrímata)
Kata Keterangan
contoh: πάνω (diatas), χτες (kemarin), πολύ (sangat)
Eπίθετα (epítheta)
kata sifat
contoh: καλός (baik [m]), καλή (baik [f]), καλό (baik [n])
Eπιρρηματικός ρηματικός τύπος (Epirrimatikós rimatikós típos)
Kata kerja adverbia
contoh: γράφοντας (menulis)
αριθμητικά
(arithmitiká)
bilangan
contoh: δεύτερος, δεύτερη, δεύτερο (kedua)  τρεις, τρία (tiga)                             δύο, οκτώ (dua, delapan)
μετοχές (metokhés)
partisipel
contoh: γραμμένος, γραμμένη, γραμμένο (yang menulis)
προθέσεις (prothésis)
preposisi
contoh: σε (di), με (dengan), από (dari), για(untuk)
άρθρα (arthra)
kata sandang
contoh: ο, η, το - ένας, μία, ένα
σύνδεσμοι (síndesmi)
konjungsi
contoh: αλλά (tapi), και (dan), ούτε… ούτε
αντωνυμίες (andonimís)
contoh: αυτός, αυτή, αυτό (dia)
συμπληρωματικοί δείκτες (simbliromatikí díktes)
pengkomplemen
contoh: ότι, που
προσδιοριστικά (prosdioristiká)
kata ganti tak tentu
contoh: κάποιος, κανένας (seseorang)
επιφωνήματα (epifonímata)
kata seru
contoh: αχ! πο…πο! αμάν πια! μπα!
ρήματα (rímata)
kata kerja
contoh: μένω (tinggal), έρχομαι (datang)
μόρια (mória)
partikel
contoh: να, θα, ας

B. Φράσεις (Frasa)

Kata-kata dikombinasikan hingga menjadi sebuah frasa dan klausa. Kita mengenal ada dua frasa yang umum, frasa kata benda dan frasa kata sifat. Perhatikan kata dibawah ini:

Ο Σαχίνης αγαπάει την Αγκάθα
Sakhinis mencintai Agatha

Ο Σαχίνης : frasa kata benda, αγαπάει την Αγκάθα : frasa kata kerja, την Αγκάθα: frasa kata benda

C. Προτάσεις (Klausa)

Frasa yang dikumpulkan akan menjadi sebuah klausa (anak kalimat), baik itu klausa utama maupun klausa cabang. Dengan catatan klausa itu tida tergantung dengan klausa yang lain.

Ο Σαχίνης κοιμάται αργά κάθε βράδυ
Sakhinis tidur terlambat tiap malam

Contoh klausa cabang yang tergantung:

Σκέφτεται ότι θα την παντρευτεί επειδή την αγαπάει θα την παντρευτεί
Ia akan segera menikahinya karena ia sangat mencintainya

Klausa terakhir tergantun dengan klausa utama (pertama) dan dihubungkan kata ‘karena’.

Latihan

1. Tandailah mana yang kata kerja, kata benda, artikel, kata sifat, kata ganti, preposisi dan kata keterangan dari teks dibawah ini!

Είμαι ο αστυνόμος Σαχίνης. Η δουλειά μου είναι να ερευνώ μυστήρια και να βρίσκω λύση σε δύσκολα προβλήματα. Δουλεύω γρήγορα και μεθοδικά. Ασχολούμαι πολλές ώρες με τη δουλειά μου και δεν έχω πολύ ελεύθερο χρόνο. Όταν όμως θέλω να ξεκουραστώ παίρνω την Αγκάθα και πάμε βόλτα. Είμαι η Αγκάθα. Είμαι ψηλή, ξανθιά και έχω μεγάλα γαλανά μάτια. Ο Σαχίνης είναι ο ήρωάς μου και είμαι τρελά ερωτευμένη μαζί του.

2. Tandai yang mana frasa kata benda, yang mana frasa kata sifat

[Η Κλειώ] [είναι φίλη της Αγκάθας]. [Η Κλειώ και η Αγκάθα] [πηγαίνουν στο σπίτι]. [Ο Λάκης] [μαγειρεύει] και [ο Σαχίνης] [πίνει τον καφέ του] και [διαβάζει εφημερίδα]. [Οι τέσσερις φίλοι] [κάθονται στο τραπέζι].

Jumat, 03 Februari 2012

bahasa Dansk, penggunaan kata sifat

0 komentar Read More →

Konstruksi frasa dengan kata sifat tidak begitu sulit; kata sifat ditempatkan sebelum kata benda, seperti pada bahasa Inggris.

en rød bil (a red car) 

Konstruksi: Kata sifat yang menyertai, harus disesuaikan dengan genus kata bendanya.

a. artikel tak tentu – kata sifat + t – kata benda (untuk neutrum):
et stort hus (
sebuah rumah besar)
et rødt tag
(sebuah genteng merah) 

b. artikel tak tentu – kata sifat bentuk dasar – kata benda (untuk utrum): 
en stor mand (seorang pria tambun) 
en rød bog (sebuah buku merah) 

c. artikel tentu – kata sifat + e - noun (utrum neutrum):
det store hus
(rumah yang besar)
den røde bil
(mobil yang merah)
de store huse
(rumah-rumah yang besar)
de røde biler
(mobil-mobil yang merah) 

B. Kata sifat yang bertindak sebagai predikat juga mesti disesuaikan konstruksinya dengan kata benda yang dimaksudkan:

a. artikel tak tentu - kata benda (neutrum) – kata kerja – kata sifat + t
et hus er stort (rumah ini besar)
et tag er rødt (genteng ini besar)

b. artikel tak tentu – kata benda (utrum) – kata kerja – kata sifat dasar
en bil er rød (mobil ini merah)
en mand er stor (pria ini tambun)

c. kata benda (neutrum) – artikel tentu noun – kata kerja – kata sifat + t.
huset er stort (rumah ini besar)
taget er rødt (genteng ini merah)

d. Kata benda utrum – artikel tentu – kata kerja – kata sifat (dasar)
bilen er rød (mobil ini merah)
manden er stor (pria ini tambun)

e. Kata benda (jamak) – artikel tentu noun – kata kerja – kata sifat +e  (plural) (+ def.article) -  verb - adjective + e: 
husene er store (rumah-rumah ini besar)
bilerne er røde (mobil-mobil ini merah)
huse og biler er dyre (rumah-rumah dan mobil-mobil ini mahal)

Distorsi pada kata sifat:
1. Kata kerja lille dan små (kecil, bentuk tunggal), memiliki bentuk yg sama saja dalam bentuk tunggal dan jamaknya.

et/det lille hus (a/the small house)
en/den lille bil (a/the small car)
små huse (small houses)
de små huse (the small houses)
de små biler (the small cars)

2. Apabila –e diintegrasikan ke kata sifat yang berakhiran –en atau –el maka –e pada suku kata stem akhir dihilangkan.

gammel (tua):
han er gammel (ia tua)
den gamle mand (pria itu tua)
de er gamle (mereka itu tua)

sulten (lapar):
han er sulten (ia lapar)
det sultne barn (anak yang lapar)
de er sultne  (mereka lapar)

3. Kata sifat berakhiran –e tidak pernah diubah:               
et lille barn (anak kecil)
det stille barn (anak yang pendiam)

4. Kata sifat berakhiran –sk tidak pernah ditambahkan –t.               
en rask dreng (bocah laki-laki yang sehat)
et rask barn (anak yang sehat)
de raske børn (anak-anak yang sehat)

5. Kata sifat juga dapat bertindak sebagai kata benda:
en hvid hest og 2 sorte (a white horse and 2 black ones)

Perbandingan

a. Bentuk standarnya adalah menambahkan –ere pada bentuk komparatif inferior/superior dan superlatif:

comparative:   -ere:    varm/varmere     (warm/warmer)
superlative:     -est:     varm/varmest      (warm/warmest)

b. Ada juga yang menggunakan kata ‘lebih’: mere, dan ‘paling’: mest seperti pada bahasa Inggris ‘more’                       
             
comparative: 
han er mere mere venlig     (he is more kind)

superlative:    
han er den mest venlige     (he is the most kind)

d. Kata benda lain memiliki bentuk distorsi (tidak beraturan)
lang/længere/længst    (long/longer/longest)
stor/større/størst         (big/bigger/biggest)
lille - mindre - mindst (small/smaller/smallest)
god - bedre - bedst     (good/better/best)

Penggunaan Past Perfect Continuous

0 komentar Read More →

The Past Perfect Continuous

Past perfect continuous tense adalah tense (kala) yang dipakai untuk menyatakan suatu peristiwa yang menekankan pada lama durasi dari peristiwa itu terjadi, sedang past perfect tense hanya menekankan pada peristiwa saja, tanpa menghiraukan berapa durasinya.

Past perfect simple:
I HAD learned English in New York last year
(saya TELAH belajar bahasa Inggris di New York tahun kemarin)

Pada past perfect tense ini hanya peristiwa saja yang ditekankan.

Past Perfect continuous:
I HAD BEEN learning English 3 years in New York.
(saya TELAH belajar bahasa Inggris selama 3 tahun di New York)

Pada past perfect continous ini kita menekankan durasi.

A. KONSTRUKSI

Had + been + kata kerja -ing

Contoh:
Saya mengatakan begini, karena kemarin (past) ada suatu peristiwa:

I hadn't been paying attention. Was the ground wet? Had it been raining?
(Saya tidak memperhatikan, apakah tanahnya basah? hujankah?)

Perbandingannya dengan Past Perfect Tense.

Past Perfect Continuous (PPC)
Past Perfect (PP)
Over a period (had been doing)
Complete (had done)
I found the calculator. I'd been looking for it for ages. Vicky felt tired because she'd been working all day. We are thinking of Vicky's work going on as she got tired.
I finally bought a new calculator. I'd looked everywhere for the old one. Vicky felt pleased because she'd done so much work. We are thinking if Vicky's work as complete.
Menyatakan lama durasi
Menyatakan jumlah kuantitas
When the company went bankrupt, it had been losing money FOR MONTHS.
When the company went bankrupt, it had lost OVER A MILLION POUNDS.

Perbandingannya dengan Present Perfect Continuous
PrPC: Vicky looks very upset. I think she's been crying.
(Vicky terlihat sangat galau. Aku pikir dia sedang menangis.)
PPC: Vicky looked very upset. I thought she'd been cyring.
(Vickt terlihat sangat galau. Aku pikir dia telah menangis.)

Perbandingannya dengan Past Continuous
PC:  When I phoned, Natasha was having a piano lesson. (I phoned during the lesson).
(Ketika saya menelpon, Natasha sedang belajar piano)
PPC:  When I phoned, Natasha had been having a piano lesson. (I phoned after the lesson).
(Ketika saya menelpon, Natahsa sudah belajar piano)

 

Pengikut

Copyright © 2010 Gr's Course

Template By Exercise Equipment Reviews | Elegant Theme | business website templates by Blogger Templates