Rabu, 14 Maret 2012

Esperanto XVII

0 komentar Read More →

1. Kata Keterangan Tunjuk Temporal

Kata keterangan tunjuk temporal merujuk pada kata ganti yang digunakan untuk menunjuk waktu baik pada masa sekarang, maupun masa lalu dan masa mendatang. Dalam kasus ini kita menggunakan “tiam” yang berarti “kemudian” dan “pada waktu itu" Contoh:

Tiam li rajdos al la urbo
(Kemudian Ia akan berkuda ke kota)

Nun ili estas saĝaj, sed tiam ili estis malsaĝaj
(Sekarang mereka bijaksana, padahal pada waktu itu tidak bijaksana)

2. Kata Sifat Perbandingan

Kata sifat perbandingan terbagi dalam 3 golongan: positif (bentuk kata sifat biasa), komparatif (perbandingan), dan superlatif (paling). Preposisi pli dipakai didepan bentuk komparatif dan plej dipakai didepan bentuk superlatif.
Positive
Comparative
Superlative
bela (cantik)
pli bela (lebih cantik)
plej bela (paling cantik)
bona (baik)
pli bona
plej bona
malbona (buruk)
pli malbona
plej malbona
saĝa (bijak)
pli saĝa
plej saĝa

3. Preposisi el dipakai untuk menyatakan “dari”  pada bentuk Superlative.

Li estas la plej juna el tiuj
(Ia adalah yang termuda dari mereka semua)

Vi estas la plej feliĉa el ni
(Kamu adalah yang terbahagia dari kami semua)

Tiu estis la plej ruza el la viroj
(dia adalah yang terlicik dari pria-pria itu)

4. Penggunaan preposisi kun sebagai preposisi penyerta:

Li prenis gin kun la plej granda zorgo
(Ia mengambilnya dengan penuh kehati-hatian)

Mi aŭdis lin kun intereso kaj plezuro
(aku mendegarnya dengan perhatian dan rasa senang)

ŝi estas virino kun bona gusto
(Ia adalah wanita berselera bagus)

Mi havas ĉevalon kun forta korpo
(aku punya seekor kuda dengan badan yang kuat)

5. Diri Paroli dan Rakonti

Beberapa orang masih sulit membedakan antara diri, paroli dengan rakonti.  Diri padanannya dalam bahasa Indonesia adalah ‘mengatakan/bilang’, paroli padanannya adalah ‘berbicara’ sedang rakonti adalah ‘menceritakan’.

Mi diris al vi ke pluvas
(aku bilang kekamu bahwa [diluar] hujan)

Mi diris gin al vi
(aku [telah] mengatakannya padamu)

Mi parolis al vi pri ĝi
(aku memberbicarakan tentangnya kepadamu)

Mi rakontis gin al vi
(aku menceritakannya padamu)

Kosa Kata
ami = mencintai, ekster = diluar, gratuli = memberi selamat, intereso = minat, letero = surat, plej = paling, plezuro = kesenangan, pli = lebih, plumo = pulpen, rakonti = menceritakan, reĝo = raja, servisto = pelayan, skribi = menulis, tiam = kemudian, zorgo = perhatian.

Selasa, 13 Maret 2012

Esperanto XVI

0 komentar Read More →

1. Kata keterangan penunjuk tempat
Kata keterangan penunjuk tempat merujuk kepada kata tunjuk "disini" "kesana" dsb. Bahasa Esperanto memakai 'tie' untuk mengatakan "disana" dan 'ĉi tie' untuk mengatakan "disini". Contoh:
La telero estas tie
(piring itu ada disini)

La libroj kuŝas ĉi tie
(buku-buku itu terletak disini)

Mi trovis vin tie kaj lin tie ĉi
(aku menemukanmu disini dan dia disana)

Tie la vetero ŝaj nas tre agrabla
(disana cuaca sangat bersahabat)

Sedang untuk menunjukkan arah tempat, tambahkan tie & ĉi tie dengan +n. Sehingga: tien (kesana) dan ĉi tien (kesini)
Li iros tien
(ia akan pergi kesana)

Mi venis ĉi tien
(saya pergi kesana)

Ni estis tie, kaj venis ĉi tien
(kami [dulu] disana dan datang kesini)

2. Pendampingan
Gunakan preposisi kun (dengan) untuk menyatakan pendampingan:
La viro venis kun sia amiko
(Pria itu datang dengan temannya)

Mi promenos kun vi
(Aku akan berjalan denganmu)

La knabo kun tiu viro estas lia frato
(Seorang anak dengan pria itu adalah saudara laki-lakinya.)

3. Penggunaan povi
Povi dapat diartikan "bisa" "mampu" "dapat", menunjukkan kemampuan dalam melakukan sesuatu. Contoh penggunaannya:
Mi povas paroli
(saya dapat berbicara)

Mi povis paroli
(saya [dulu] dapat berbicara)

Mi povos paroli
(saya akan dapat berbicara)

Mi volas povi paroli
(saya ingin dapat berbicara)

4. Penggunaan kata keterangan "for"
Gunakan imbuhan for pada awal kata kerja untuk memberikan arti 'paksaan'.
iri (pergi) --> foriri ([terpaksa pergi] mengusir pergi)
kuri (berlari) --> forkuri ([terpaksa berlari] = melarikan diri)
preni (mengambil) --> forpreni ([terpaksa mengambil] = mencuri)

Kosa kata:
glavo (pedang)
horo (jam)
lasi (meninggalkan)
peli (mengendarai, mengejar)
rajdi (menunggangi)
rapidi (mempercepat)
resti (menyisakan)
voki (memanggil)
saga (bijak)
tie (disana)
el (daripada)
frua (dini, awal)
kun (dengan)

Sabtu, 18 Februari 2012

Belajar Bahasa Ibrani

0 komentar Read More →
Bahasa Ibrani (disebut עברית ivrit dalam bahasa aslinya) adalah suatu bahasa Semitik dan termasuk ke dalam keluarga bahasa Afro-Asiatik yang menyebar di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara. Bahasa Ibrani masih berkerabat dengan bahasa Arab. Perjanjian Lama yang merupakan bagian besar dari Alkitab Kekristenan ditulis dalam bahasa ini, Kitab Taurat yang diturunkan kepada Musa lebih dari tiga milenium yang lampau juga ditulis dalam bahasa Ibrani, walaupun saat itu masih berupa bahasa Ibrani Kuno.

Pada tahun 586 SM, bangsa Babilonia menaklukkan Kerajaan Yahudi di Palestina secara brutal, mereka menghancurkan Kuil Sulaiman—yang menjadi kiblat peribadatan agama Yahudi—hal ini berakibat terusirnya sejumlah orang Yahudi dari Palestina. Pada tahun 539 SM, Cyrus yang Agung dari Persia menaklukan Babilonia sehingga otomatis menjadikan Palestina sebagai bagian dari Persia. Raja Cyrus memerintah dengan adil, Beliau membebaskan orang-orang Yahudi yang dijadikan budak di Babilonia. Di bawah pemerintah Raja Cyrus, orang-orang Yahudi dapat kembali membangun Kuil Sulaiman yang kemudian mereka namakan sebagai Kuil Kedua (בית המקדש השני beyt hamikdash hasheni).

Abad telah berputar, kekuasaan telah berganti-ganti di tanah Palestina. Pada tahun 66 M, orang-orang Yahudi di Palestina memberontak dan melakukan perlawanan rezim Kekaisaran Romawi, pemberontakan ini berhasil ditumpas dengan kehancuran total Kuil Kedua dan diusirnya bangsa Yahudi dari Palestina. Sejak saat itu, bahasa Ibrani perlahan-lahan mengalami kemunduran, sebab orang-orang Yahudi berpencar ke berbagai penjuru dunia dan beradaptasi dengan bahasa penduduk setempat. Bahasa Ibrani akhirnya hanya digunakan sebagai liturgis (bahasa yang digunakan untuk peribadatan).

אליעזר בן־יהודה Eliezer Ben-Yehuda, penggagas
hidupnya kembali bahasa Ibrani di era modern.
Lalu, bagaimana kisahnya bahasa Ibrani dapat kembali “hidup”? Pada akhir abad ke-19, Eliezer Ben-Yehuda, memulai gerakan pelestarian bahasa Ibrani. Ia membentuk Komite Bahasa Ibrani (Va’ad HaLashon) yang bertugas merekonstruksi bahasa Ibrani agar dapat digunakan kembali di zaman modern ini. Ia juga menyusun kamus bahasa Ibrani pertama. Atas jasanya ini, orang-orang Israel akhirnya kembali dapat menggunakan bahasa Ibrani sebagai bahasa sehari-hari.

Bahasa Ibrani dituturkan oleh lima juta orang di Israel dan beberapa ribu orang di Palestina dan ekspatriat-ekspatriat Yahudi di seluruh dunia. Saat ini bahasa Ibrani menjadi bahasa resmi di Israel bersama dengan bahasa Arab, setiap penunjuk jalan dan bahasa pengantar sekolah di negara tersebut menggunakan bahasa Ibrani dan bahasa Arab.

Ada dua dialek utama bahasa Ibrani:

1.       Dialek Ashkenazi atau bahasa Ibrani Eropa, banyak dipakai oleh orang Yahudi keturunan Eropa dan dipengaruhi kosakata dan morfologinya oleh bahasa Yidis.
2.     Dialek Sephardi atau bahasa Ibrani oriental, banyak dipakai oleh orang Yahudi dari timur tengah, dialek Sephardi dipengaruhi oleh bahasa Arab.

Berikut aksara Ibrani beserta nama serta cara membunyikannya. Perlu diingat bahwa bahasa Ibrani ditulis dari kanan ke kiri.

Tulisan
Cetak
Nama
Huruf
Bunyi
א
alef
(bunyi glotal)
ב
bet
b, v
ג
gimel
g
ד
daled
d
ה
hey
h
ו
vav
v
ז
zayin
z
ח
khet
kh
ט
tet
t
י
yod
y
כ , ך
kaf
k, kh
ל
lamed
l
מ , ם
mem
m
נ , ן
nun
n
ס
samed
s
ע
ayin
(bunyi glotal)
פ , ף
pey
p, f
צ , ץ
tsadi
ts
ק
qof
q, k
ר
resh
r
ש
sin
s, sh, sy
ת
tav
t

Catatan
1) Huruf ך, ם, ן, ף, ץ hanya digunakan di akhir kata.
2) Aksara Ibrani adalah sistem tulisan yang tidak memiliki huruf khusus yang menandakan bunyi vokal. Untuk membentuk bunyi vokal, bahasa Ibrani menggunakan huruf konsonan ו (vav) dan י (yod) serta huruf glotal א (alef) dan ע (ayin). Berikut penjabarannya:

§  Huruf ו (vav) bisa berbunyi /u/ atau /o/.
§  Huruf י (yod) bisa berbunyi /i/.
§  Huruf א (alef) dan ע (ayin) bisa berbunyi /a/, /e/, /i/, atau bahkan tidak diucapkan sama sekali.

Sebagai contoh, kata זבוב bila kita transliterasikan per huruf, maka menjadi “zvvv”. Wah maksudnya apa tuh? Sebenarnya huruf ו (vav) di situ adalah huruf bantu untuk melafalkan bunyi “u”, sehingga kata זבוב dibaca “zvuv”.

Sering kali kata-kata bahasa Ibrani tidak mengandung huruf bantu di atas untuk membunyikan vokal. Contohnya, kata “כלב” bila kita amati, maka transliterasi kata ini adalah “klv”. Bagaimana cara mengucapkannya? Pengucapannya adalah “kelev”. Orang Israel sudah memahami bagaimana cara mengucapkan kata ini.

“sy sk bljr bhs”

Dapat kah kamu membaca kalimat di atas?

Yep, kalimat tersebut adalah “saya suka belajar bahasa”. Kita bisa membaca kata tersebut tanpa bantuan huruf vokal karena kita sudah tahu dan terbiasa bagaimana kata tersebut diucapkan. Begitu juga orang Israel.

Penasaran dengan ungkapan-ungkapan dasar bahasa Ibrani? Yuk lanjutkan pembahasan kita di sini.

---

Tulisan-tulisan the Glotivist dapat disebarluaskan dan disalin secara luas. Akan tetapi, demi menghargai ilmu pengetahuan, setiap bentuk penyebarluasan tulisan the Glotivist harap memberikan credit dan menyebut Blog The Glotivist.

The Glotivist

2017


Kesulitan Berbahasa

0 komentar Read More →

Kesulitan Berbahasa

Terkadang orang bertanya-tanya "berapa lama aku mempelajari suatu bahasa?" sebenarnya seberapa lama kita mempelajari suatu bahasa tergantung dengan kemampuan otak kita dalam menyerap bahasa, seberapa besarkah motivasi kita, seberapa sering kita berlatih dan pengalaman dalam mempelajari bahasa asing lain.

Kefasihan berbahasa biasanya diukur dalam 4 komponen: berbicara, membaca, mendengarkan dan menulis. Setiap orang punya kadar kesulitan yg berbeda-beda dalam 4 komponen tersebut. Jadi sebenarnya kita tidak bisa mengetes 4 komponen itu dalam satu tes sekaligus. Setiap komponen mempunyai tes tersendiri.

Setiap bahasa mempunyai tingkat kesulitan yang berbeda-beda, FSI (The Foreign Service Institute), sebuah badan pendidikan bahasa asing milik Amerika Serikat mengukur kesulitan suatu bahasa berdasarkan pada jumlah jam yang diperlukan untuk menguasai bahasa tersebut.

Perlu dicatat bahwa pelajar di FSI umumnya berusia 30-40 tahun dan berbahasa ibu bahasa Inggris, rata-rata mempunyai pengetahuan pada bahasa asing lain, belajar dalam kelas tidak lebih dari 6 orang dan dalam seminggu ada 25 jam kelas dengan 3-4 jam perhari untuk belajar sendiri. Sehingga data ini mungkin tidak akan begitu valid digunakan untuk kita, tapi setidaknya kita punya gambaran akan kesulitan tiap bahasa.

Kesulitan berbahasa juga dipengaruhi oleh bahasa ibu masing-masing orang, sebagai orang Indonesia, tentu kita akan lebih mudah mempelajari bahasa-bahasa yang kerabatnya dekat dengan bahasa Indonesia seperti bahasa Melayu dan bahasa-bahasa daerah. Orang Italia akan lebih mudah mempelajari bahasa Prancis, Spanyol dan Catalan, Orang Rusia akan lebih mudah mempelajari bahasa Ukrainan dan Belarus, jadi tidak terlepas dari bahasa ibu masing-masing

Level I
Level I ini termasuk pada bahasa-bahasa Eropa barat yang pada umumnya memiliki kerabat dengan bahasa Inggris dalam hal kosakata, morfologi dan grammar.

Waktu belajar: 23-24 minggu (575-600 jam)
Bahasa Afrikaans
Bahasa Denmark
Bahasa Belanda
Bahasa Prancis
Bahasa Italia
Bahasa Norwegia
Bahasa Portugis
Bahasa Rumania
Bahasa Spanyol
Bahasa Swedia

Waktu belajar: 30-36 minggu (750-900 jam)
Bahasa Jerman
Bahasa Indonesia
Bahasa Jawa
Bahasa Melayu
Bahasa Swahili

Level II
Level II ini mencakup pada bahasa-bahasa yang pada umumnya berbeda secara linguistik dan kebudayaan dengan bahasa Inggris. Kebanyakan bahasa-bahasa di dunia ada pada level ini.

Waktu belajar: 44 minggu (1100 jam)
Bahasa Albania
Bahasa Azerbaizan
Baahsa Armenia
Bahasa Belarus
Bahasa Bengali
Bahasa Bosnia
Bahasa Bulgaria
Bahasa Kroasia
Bahasa Ceko
Bahasa Yunani
Bahasa Ibrani
Bahasa Hindi
Bahasa Islandia
Bahasa Irlandia
Bahasa Latvia
Bahasa Lithuania
Bahasa Macedonia
Bahasa Persia
Bahasa Polandia
Bahasa Rusia
Bahasa Serbia
Bahasa Slovakia
Bahasa Slovenia
Bahasa Somali
Bahasa Tagalog
Bahasa Tetum
Bahasa Ukraina
Bahasa Urdu
Bahasa Uzbek

Waktu belajar: 55 Minggu (1400 jam)
Bahasa Estonia
Bahasa Finlandia
Bahasa Georgia
Bahasa Hungaria
Bahasa Thai
Bahasa Vietnam

Level III
Bahasa Level III ini tidak ada hubungan dengan bahasa Inggris dan umumnya sangat sulit untuk para penutur bahasa Inggris

Waktu belajar: 88 minggu, 2200 jam
Bahasa Arab
Bahasa Kanton
Bahasa Jepang
Bahasa Korea
Bahasa Mandarin
Bahasa Mongolia
Bahasa Taiwan
Bahasa Wu

 

Pengikut

Copyright © 2010 Gr's Course

Template By Exercise Equipment Reviews | Elegant Theme | business website templates by Blogger Templates